Showing posts with label CERITA. Show all posts
Showing posts with label CERITA. Show all posts

CERITA FIKSI : "KAMAR 02"

CERITA FIKSI : "KAMAR 02"
Aku sedikit mengintip ke kamar kosong itu, hanya sekedar melihat-lihat. Kamar yang baru tadi pagi ditinggal penghuninya, tepat disebelah kamarku. Kamar 02 namanya. Perlahan aku masuk, aku lihat kamar mandi didalam terlihat bersih. Air di baknya juga sangat menyegarkan. Sepertinya aku ingin mandi pikirku, apalagi cuaca yang cukup membuatku gerah dan berpeluh. Dengan pasti aku kembali ke kamar ku yang tepat disebelah kamar kosong itu, untuk mengambil handuk dan sabun milikku. Setelah itu, aku masuk kekamar 02 itu dan mengunci dari dalam. Aku tekan stop kontak lampu kamar mandinya yang saat itu terlihat gelap. Namun... aku menyadari bahwa lampu kamar mandi itu ternyata putus. Hedeeewh... sudahlah, tidak apa2 pikirku. Toh masih ada sebias cahaya dari ventilasi kamar mandi itu. Itu sudah cukup. Aku mulai melepaskan pakaianku satu persatu, kulihat sekeliling kamar mandi itu masih terlihat baik dan tak ada rusak sedikitpun. Tanpa ada sedikit pun kekhawatiran aku mulai memainkan gayung dan brrrhh... kutumpahkan air sampai membasahi seluruh tubuh ku. Segar sekali rasanya. Tak lupa ku tuang sabun cair beraroma "Kulit Manis & Jahe" pada Shower puff hijau milikku. Aroma khas dari sabun langsung menyeruak memenuhi ruang kamar mandi gelap itu.Tiba-tiba, angin berhembus dari ventilasi kecil yang tepat berada disebelah kanan dinding kamar mandi itu, aku mengintip keluar ternyata cuaca berubah menjadi mendung. Aneh sekali, padahal tadi cuaca begitu terik. Suasana dalam kamar mandi itu perlahan menjadi semakin gelap dan terlihat mencekam. Aku dayung terus gayungku dan kubasuh tubuhku yang telah dipenuhi busa sabun yang cukup tebal. Semakin cepat gerakan tanganku, aku merasakan rasa tidak nyaman. Tiba2 gayungku menubruk sesuatu dari dalam bak. Dahiku mengernyit dan kusipitkan mataku mencoba memperjelas pandanganku kedalam bak. Mataku sulit menembus kegelapan dalam kamar mandi itu, tidak jelas apa yang kulihat dari dalam bak itu. Tangan kananku pun kumasukkan menembus air dalam bak itu. Apa yang ada didasar bak ini pikirku? Perlahan-lahan tanganku semakin dalam masuk meraba dasar bak itu.

KIsah Hidup RUTH

KIsah Hidup RUTH
 "Ruth menangis terharu mendengar adiknya paling bungsu berhasil masuk ke Universitas ternama di London. Air matanya tak terbendung lagi, ia menangis sejadi-jadinya di sudut ruang di Rumah sakit itu. “Makasih Tuhan… Makasih…” ucapnya lirih.
Ruth adalah seorang wanita perkasa yang terjebak dalam problematika hidup yang amat teramat menyakitkan. Sepanjang hidupnya ia tak pernah merasakan kebahagiaan sama sekali. Tercampak dan terbuang karena pilihan hidup yang harus dipikulnya.
Ia rela menghancurkan hidupnya demi Ibu dan kelima adiknya. Di setiap hela nafasnya ia selalu berharap adik-adiknya bisa berhasil meraih pendidikan yang tinggi dan memiliki kehidupan yang mapan.
Ruth adalah anak tertua dari 6 bersaudara. Kondisi keluarga yang sangat miskin tanpa seorang ayah membuat Ruth menggantikan peran Ibunya dirumah mengurus adik-adiknya yang masih kecil-kecil. Sedangkan Ibunya menggantikan peran ayah untuk mencari nafkah sebagai buruh kasar di pabrik batu bata.
Ayahnya pergi begitu saja meninggalkan Ibunya, Ruth dan adik-adiknya dengan alasan merantau untuk mencari uang. Walau berat melepaskan, ibunya yang saat itu mengandung 2 bulan merelakan suami tercintanya pergi. Tak disangka itulah pertemuan terakhir mereka.
Kehidupan selalu berjalan dan tak pernah berhenti, Ibunya pun berjuang menghidupi keenam anaknya dengan menjadi buruh kasar. Kulitnya menjadi hitam legam karena terik matahari, dan telapak tangannya berubah kapalan. Hal yang paling menyakitkan terjadi saat Ruth memilih untuk menghentikan Pendidikannya di bangku kelas 2 SMP agar bisa menjaga adik-adiknya yang masih kecil-kecil dirumah. Apalagi terbentur masalah biaya, dengan sangat menyesal ibunya mengikhlaskan Putri nya itu untuk putus sekolah. Tinggal Joseph dan Hendra lah yang masih terus sekolah masing-masing duduk di bangku kelas 3 dan 4 SD. Itupun karena mendapatkan subsidi pemerintah, mereka belum ada rencana untuk melanjut ke SMP. Terpikirkan pun belum. Saat suaminya membuat sebuah prahara besar dikeluarga besar mereka, mereka seakan putus hubungan dengan seluruh sanak saudaranya.
Suatu hari, Ibunya mengalami sebuah kecelakan di pabrik. Saat hendak membakar potongan-potongan batu bata, tanpa ia sadari Potongan batu bata yang sudah terbakar dan masih panas jatuh menimpa kaki kirinya. Ibunya meronta-ronta kesakitan melihat punggung kaki kirinya melepuh, ia pun dibawa ke puskesmas dan mendapat perawatan. Selama kakinya dibalut perban, Toke (bosnya) melarangnya bekerja di pabrik. Ibunya pun hanya pasrah dan berdiam diri dirumah saja. Apalagi lukanya cukup parah, ia butuh bantuan untuk pindah dari satu tempat ketempat lain.
Kini Ruth berperan penuh mengurus Ibu dan adik-adiknya. Tere, adiknya paling bungsu selalu digendongnya ke ladang orang untuk meminta ubi kayu pada orang. Ternyata trik itu selalu berhasil membuat orang lain luluh dan kasihan. Hanya begitulah langkah yang bisa diambil Ruth untuk memberi makan Ibu dan adik-adiknya. Sedangkan Joseph dan Hendra lebih suka mengutip dan mengumpulkan beras-beras yang jatuh di lantai dari karung di toko-toko penjual beras.
Hampir 2 tahun berlalu, suatu ketika ada tetangga mengatakan pada Ruth bahwa ayahnya telah berhasil di kota Batam. Ruth sangat senang mendengar kabar itu, ia memberitahukan pada Ibunya. Ibunya juga ikut senang mendengarkan kabar itu. Ruth berencana mencari ayahnya di kota Batam, dia yakin ayahnya sangat merindukan mereka. Terjadilah perdebatan antara Ruth dan Ibunya. Ruth bersikeras untuk pergi sedangkan ibunya tak mengijinkan, ia takut terjadi hal yang tak diingikan pada putri sulungnya itu.
Namun, mendengar nasehat dari beberapa tetangga dikampung bahwa ada baiknya juga Ruth mencari ayahnya ataupun bekerja di Batam agar dapat membantu perekonomian mereka, akhirnya Ibunya pun merelakannya. Dengan meminjam uang dari Toke, akhirnya Ruth pun diberangkatkan ibunya merantau ke Pulau Batam.
Tanpa adanya alamat pasti dari ayahnya ataupun kabar keberadaan ayahnya, Ruth nekat mencarinya ke Pulau Batam. Dengan menumpangi Kapal Kelud, akhirnya Ruth pun sampai di pulau Batam. Ia sempat ketakutan saat berada di Pelabuhan Sekupang Batam. Tak tau arah maupun tujuan, Ruth naik kesebuah bus. Sejujurnya ia sendiri tak tahu bus itu menuju kemana. Disepanjang perjalanan ia hanya bisa berdoa agar Tuhan selalu melindunginya.
Karena merasa lapar, Ruth akhirnya turun dari bus itu. Ia makan disebuah rumah makan Padang. Setelah itu ia berjalan tak tentu arah, sekian jauh perjalanannya ia pun kelelahan. Ia duduk disebuah Halte, tiba-tiba ada bus datang. Ruth naik lagi ke Bus itu, kerneknya sempat menanyakan “mau kemana ito?”, Ruth hanya bisa menjawab “disana bang, nanti aku bilang pun kalo dah mau turun”. Ia tak mau dianggap tak tau tempat, karena khawatir akan ‘dibodoh-bodohi’. Akhirnya Ruth turun di daaerah Jodoh (nama tempat). Saat itu waktu sudah pukul 18:30 WIB. Ruth menangis, ia ketakutan. Akan menginap dimana ia malam ini. Uang pegangannya pun hanya 500ribu.
Hampir 3 jam Ruth jalan kaki menyusuri kota Batam, ia tampak kelelahan. Ia bersandar pada dinding sebuah bangunan yang tampaknya adalah sebuah Bank yang sudah tak beroperasi lagi. Ruth menguap, ia ketiduran di tempat itu.
Tinnnn… tinnn… suara klakson dari jalan raya membangunkan Ruth, ia membuka matanya. Sepertinya sudah 3 jam dia tertidur di bangunan tua itu. Dia pun melanjutkan perjalanannya lagi, saat ia memasuki sebuah gang. Tampak banyak perempuan-perempuan berpakaian seksi bercengkerama satu sama lain. Mereka hanya cuek melihat Ruth yang terheran-heran melihat pakaian mereka.
Ruth bertanya pada salah satu diantara mereka, “Ka, sudah jam berapa ini?”
“Oh… ini jam setengah dua dik. Emangnya kamu dari mana? Bawa tas segala” jawab perempuan itu ramah.
“aku dari Sidikalang ka, mau cari bapakku” jawab Ruth.
“oh my gosh, jauh sekali kamu dek… bapakmu gak ada disini. Kamu udah makan?
“udah ka, tadi siang”
“astaga, pasti kamu sekarang kelaparan ya?”
Ruth hanya terdiam, dipegangnya perutnya yang memang sudah dari tadi bergema meminta diisi. Perempuan yang dipanggil Gema itu tersenyum iba melihatnya, ia mengajak Ruth ke kereta sorong penjual sate. Ia pesankan Sate lengkap dengan lontong untuk Ruth. Ruth mengeluarkan uangnya hendak membayar. “ehh.. sudah, biar kaka aja yang bayar” kata perempuan itu. Ruth mengucapkan terima kasih, ia tau sepertinya wanita itu orang yang baik.
Mereka pun berbincang bincang. Setelah mendengar cerita Ruth mengenai keluarganya hingga sampainya ia di Batam, Gema sangat kasihan pada Ruth. Ia menawarkan tempat tinggal pada Ruth. Mulai dari situ, Ruth dianggap adik olehnya.
Ruth dikenalkan pada seorang pemilik Bar agar bisa dipekerjakan sebagai waitress. Gema sangat memohon sekali agar Ruth hanya dipekerjakan sebagai waitress, bukan Pelacur sama seperti dirinya. Hari-hari pun dilalui Ruth menjadi waitress di Bar lingkungan tempat Gema mangkal. Namun lambat laun, Ruth tertarik mendapatkan uang lebih banyak lagi seperti Gema. Ia ingin sekali mengirim uang pada Ibunya dikampung.
Ruth menanyakan hal itu pada Gema, kontan Gema terkejut. Ia membantah habis-habisan Ruth. Ia tak ingin Ruth seperti dirinya. Perkelahian pun terjadi, Ruth ngotot ingin jadi pelacur demi mendapatkan uang banyak. Gema akhirnya mengusir Ruth. Ruth meminta bantuan pada bosnya si manager di bar tempatnya bekerja. Ia pun dikenalkan pada seorang Pria hidung belang, itulah langkah awal kehancuran hidup Ruth.
Ia berhasil menciptakan banyak uang dari pekerjaannya sebagai wanita tunasusila. Ia lancar mengirimkan uang pada ibunya. Mulai dari situ, adik-adiknya kembali sekolah. Ibunya tak pernah menaruh curiga pada Ruth, ia yakin putri sulungnya itu mendapatkan pekerjaan yang layak.
Bertahun-tahun dijalani Ruth menjadi Pelacur kelas atas di Batam. Ia terkenal dengan nama Rachel.
Adik-adiknya sukses bersekolah. Joseph menjadi Polisi, Hendra sedang magang sebagai pengacara muda, Rosa adik keempat menjadi PNS, Tommy adik kelima sedang sibuk kuliah jurusan Pertanian di Medan, dan Tere adiknya yang paling bungsu masih duduk di bangku SMA kelas 2 saat itu. Selama bertahun-tahun, Ruth lah yang berjuang mendapatkan uang untuk keperluan sekolah adik-adiknya. Ia sama sekali tak pernah pulang kekampung halamannya. Saat wisuda Joseph, Hendra dan Rosa, Ruth selalu membuat alasan sedang berada di Luar Negeri. Ia tak ingin adik-adiknya melihatnya. Ia merasa malu pada adik-adiknya dengan statusnya.
Suatu malam, saat di Bar. Seseorang yang mengenal Ruth melihatnya sedang asyik bermesraan dengan pria hidung belang di sofa empuk kelas VIP di sudut Bar itu. Kini ia tau dari mana sumber kekayaan Ibunya Ruth dikampung. Ia pun memberitahu pada orang kampung, apa sebenarnya pekerjaan Ruth di kota Batam. Bagai tersambar petir, Ibunya murka mendengar orang kampung kasak kusuk menceritai putrinya itu. Ibunya berkelahi degan ibu-ibu dikampung, ia tak ingin orang berpandangan negative akan Putrinya itu. Hatinya sekana dicabik-cabik saat orang kampung mengata-ngatai putri kesayangannya itu “Lonte”.
Ibunya menelepon Ruth, berharap semua perkataan orang mengenainya adalah bohong. Ruth menangis, ia hanya bisa berbohong pada ibunya itu. Ia mengatakan kalau ia berbisnis pakaian dengan orang Singapore. Ibunya berusaha percaya, akan tetapi ia menyuruh Hendra melacak kakaknya itu diam-diam. Hendra pun berangkat ke Batam tanpa memberitahu kakaknya itu terlebih dahulu. Berbekal info dari seseorang yang pernah melihat kakaknya, Hendra pergi ke Bar itu sebagai tamu tepat pada pukul 00.00 WIB.
Tidak lama kemudian, melalui cahaya samar-samar dari lampu Bar. Ia melihat Ruth yang mengenakan pakaian teramat seksi sedang sibuk melayani tamu-tamu kelas VIP di Bar itu. Hendra geram, ia menjumpai kakaknya itu. Saat Ruth menoleh, Hendra menampar Ruth dengan teramat keras hingga membuatnya jatuh ke pojok sofa. Hendra menangis dan mengutuk kakaknya itu.
Ruth menangis dan memohon ampun pada adiknya itu, namun Hendra sudah pergi meninggalkannya. Ruth meraung dan meronta, ia menangis dan menangis sejadi-jadinya.
Pagi harinya Hendra bergegas pulang ke Medan, ia menelepon ibunya dan Joseph. Ia menceritakan kisah pertemuannya dengan Ruth. Dan membeberkan apa pekerjaan Ruth selama ini di kota Batam. Ibunya menangis histeris, ia stress dan malu pada warga. Ia tak mau lagi berinteraksi dengan tetangga, Rosa pun hanya bisa menangis mendengar kabar kakaknya. Tommy dan Tere tidak diberitahukan mengenai kabar Ruth.
Siang itu juga, Ruth ingin segera pulang dan bertemu langsung dengan ibunya di kampung. Ia ingin meminta maaf. Setibanya Ruth di kampung, para warga sudah kasak kusuk mencemooh Ruth. Ruth berusaha tegar, ia melangkah memasuki pekarangan rumah yang sudah 180 derajat berubah dibanding rumah yang dulu ia tinggalkan. Mata Ruth berkaca-kaca saat melihat ibunya duduk di kursi bersama Rosa.
“Omak??” katanya. Ibunya berdiri saat melihat Ruth berada dipintu, rasa rindu yang tak terbendung dan jijik becampur menjadi satu. Vas bunga di atas meja langsung ia lemparkan tepat mengenai kening Ruth, “Lao ho babi…!!! Ai Lonte do ho… ai lonte do hape boruku Tuhaaan…!! ooo….” ratap ibunya.
“Omak… maaf omakk…” Ruth menangis sambil darah dari keningnya menetes.
“Kakaaak…”, Rosa langsung berlari memeluk kakaknya itu. Ruth menangis dan menciumi adiknya itu. Tiba-tiba Joseph dan Hendra muncul dari dapur. Hendra menarik Rosa.
“unang haol i ito, dang kakak ta bei” kata Hendra.
Ruth tertunduk di tiang pintu, sambil menangis. Ia mengatupkan kedua tangannya seolah menyembah meminta maaf. “maaf hon kakak dek… dang adong na boi tarbahen au lao pasikkolahon hamu kecuali songonon…” kata Ruth sambil menangis.
“Amangoiii amang Ruuuuth… dangol nai jo ho boruuuuu…. Oh Tuhaaann, boasa ikkon songonon jabbar ni borukooon….” Teriak ibunya.
Orang kampung berduyun-duyun menyaksikan adegan yang sangat mengharukan itu. Rata-rata mereka menangis dan menyesal telah mengolok-olok Ruth.
“Lao ma ho boruuu… dang dison be hutam… sotung iboan parhuta anon ho borukuuu…” kata ibunya. Joseph, Hendra dan Rosa menangis terisak-isak. Joseph segera merangkul kakaknya itu, ia membawa kakaknya keluar. Ia khawatir warga akan mempermalukan kakaknya.
“Lao ma ho Ka… unang be mulak ho tuson…” kata Joseph sambil menangis melap kening kakaknya.
Ruth memandangi wajah Joseph, ia mengatupkan kembali tangannya menyembah adiknya itu. “Maafhon kakak da dek… sai hasea ma hamu sude” kata Ruth sambil menangis. Joseph pun memeluk kakaknya itu, dan segera berlalu setelah Ruth masuk kedalam angkot. Rosa menangis memeluk ibunya, Hendra lari kekamarnya dan segera menguncinya. Joseph langsung menutup pintu dihadapan tetangga-tetangga yang banyak menyaksikan kejadian itu.
Setelah kejadian itu, Ruth selalu berusaha mencoba bunuh diri. Namun selalu digagalkan teman-temanya. Ia akhirnya menjalani perawatan di pusat rehabilitasi gangguang kejiwaan. Dan ia dikurung di salah satu ruangan khusus di Rumah Sakit itu sampai ia berhenti mencoba bunuh diri. Ia selalu meminta pada rekannya untuk cari info mengenai adiknya Tommy dan Tere. Ia bahagia sekali saat mengetahui Tommy sebagai lulusan terbaik. Dan Tere lulus di Universitas ternama di London.
Sesekali Joseph datang menjenguk Ruth ke rumah sakit.
Namun suatu ketika, kondisi Ruth melemah. Ia terbaring tak berdaya di tempat tidur pasien. Ada pendarahan dari rahimnya, beberapa kali mengalami pengguguran kandungan saat jadi PSK membuat rahimnya bermasalah. Ia harus dilarikan ke Rumah Sakit khusus.
Ruth koma. Ibu dan adik-adiknya datang menjenguknya dirumah sakit. Tommy dan Tere pun ikut serta. Mereka berdua sudah tau cerita Ruth. Saat melihat kondisi Ruth, mereka menangis tersedu-sedu.mHendra memohon maaf pada kakaknya itu. Ia terlalu emosi.
“Ruth.. dungo ma inang. Bereng jo bohini si Tere na ioppa-oppa mi” kata ibunya
“Ka… di ingot ho dope na mangallang gadong hita na ujui?” kata Rosa
Tiba-tiba Ruth membuka mata, sejuntai embun menganak sungai dari pelupuk matanya.
“dangol nai jo ho boruku… boasa ikkon songoni bagianmi inang” ratap ibunya.
“Omak… boasa ma sai solsolanmu borum na dangol on? Omak… apusi ma ilum, sude hutaon doi pasonang ma roham” kata Ruth lirih.
Ibunya menangis sejadi-jadinya dan mencium putrinya itu. Takdir sudah ditentukan, Ruth menghembuskan nafas terakhir dipelukan ibunya. Misinya telah selesai. Tuhan mengabulkan doanya, adik-adiknya semua sukses. Ruth salah satu kakak terbaik didunia, ia sanggup menukarkan masa depannya demi kebahagiaan Ibu dan adik-adiknya."

“Inang boasama tangishonon mu
Sude sitaonokki
Inang boasa ma sai solsolan mu
Sude sidangolonhi sude halungunon hi

Arian nang bodari ale inang
Ilum sai maraburan
Sibaran lapa lapa ale inang
Unang be sai solsoli

Inang sai tangiang hon au inang da
borum nadangol on
Inang pabulus ma roham inang da
Sude hutaon doi
Pasonang ma roham”

Hidup Bahagia Menjadi Jomblo

Hidup Bahagia Menjadi Jomblo

Jomblooooo.........????? Yaps Kata kata ini sering kali diungkapkan oleh teman – teman dikampus, Dikantor, bahkan teman satu kost dan siapapun yang tau bahwa aku itu jomblo, sering diejekin gak laku, dan paling serem nih ya, kata kata yang seringkali mereka panggil ke aku adalah..?? “Jomblo Akut”, hahhaa kadang tertawa sendiri dan kadang dalam hati berfikir, sedih juga sih diejekin sama mereka mereka, pengen punya pacar tapi takut sakit hati..takut akan hal hal yang tidak baik yang kerap kali dilakukan oleh muda mudi jaman sekarang.
Jomblo itu pilihan, ya inilah pilihan aku, dan sampai saat ini aku memang jomblo..mulai dari masuk kuliah sampai semester akhir, aku tidak pernah sekalipun memperkenalkan teman dekat atau pacar kepada teman - temanku oleh sebab itu mereka sering ngejekin aku “Gak Laku”. Gak masalah sih karena yang akan menjalani hidup kan bukan mereka tapi aku..aku tau persis bagaimana rasanya jomblo dan hal hal positif yang bisa kita dapatkan...Jomblo bukan berarti Gak laku ya..Nah, dulu sih aku pernah ngerasain yang namanya pacaran, punya pacar, setiap malam minggu pergi keluar, menghabiskan waktu bersama, makan,nonton, jalan dan menikmati apa saja yang kami lewati tanpa memikirkan waktu buat keluarga, waktu buat sahabat, waktu buat masa depan, dalam pikiran hanyalah bagaimana bisa bersama dengan sang pacar, pacaran itu ada negatif dan positifnya juga tergantung kita bagaimana akan menjalaninya dengan pasangan masing – masing.
Jomblo itu banyak keuntungannya lho.....karena kita memiliki banyak waktu untuk bersama teman – teman, banyak waktu untuk bersama keluarga, dan banyak hal hal yang positif yang bisa kita lakukan, dan Jomblo itu tidak boros lho....hehehee coba deh banyangin kalau seandainya kamu pacaran, si pacar ngajak makan, ngajak nonton, ngajak keluar, ngajak jalan, nah otomatis kocek yang kita keluarkan pun sangat besar, apalagi kalau pacarannya sama sama anak kuliahan, ataupun memang yang sudah bekerja tapi gaji pas – pasan, kan gak mungkin kita yang traktir cewek terusss....atau kita yang traktir cowok kita terusss kan....yang pasti ilmu timbal balik itu ada, kalau hari ini si cewek yang punya duit, hari ini dia lah yang traktir, begitu juga dengan cowok, yaaahhhh dari kebanyakan orang sih yang selalu bayarin makan, nonton dan biaya keluar buat pacar itu ya cowok, tapi sekarang ini jamannya sudah beda, malah cewek yang bayarin semua biaya yang keluar..hehehee yapppsssss kebanyak sih sekarang ya begitu sih....bukan hanya pacar juga, teman teman cowok juga gak malu tuh kalau ditraktir sama cewek, bahkan gak ucapin trimakasih lagi...yaaahhh maklum aja sih sama orang – orang seperti itu, dan mungkin hanya kali itu deh ( Uupppss....pengelaman pribadi :D ). Hehehe...sekarang ini kalau kamu jomblo gak usah takut dikatain gak laku, tapi banggalah karena kamu bisa lebih bebas dan lebih banyak melakukan hal hal yang positif, lebih banyak punya waktu buat keluarga (bagi yang tinggal dengan keluarga ya,) dan masih banyak lagi hal hal yang positif yang bisa kita lakukan, misalnya gabung bersama komunitas - komunitas yang kamu sukai, misalnya komunitas musik, komunitas menari, komunitas penulis ataupun komunitas backpacker yang bisa menmabah pengalamanmu, menambah relasi dan menambah pengetahuanmu ataupun komunitas yang banyak bertebaran dikotamu...
 Hemmm.....Tak sedikit juga teman teman mengeluhkan tentang hubungannya dengan pacarnya, tentang pacar mereka yang selalu selingkuh, tentang pacar mereka yang jarang kasih kabar bahkan tentang mereka yang sudah satu rumah dengan teman cowonya ataupun sebaliknya..itulah sisi negatif pacaran, dan masih banyak lagi hal yang negatif dari pacaran ini, seringkali baca berita di koran, didunia internet dan dimedia sosial yang memebritakan bahwa 80persen wanita sekarang tidak lagi perawan...apa sebab??? Yaaaappssss....karena terlalu cinta, terlalu takut kehilangan pacarnya daripada keperawanannya. Dilema anak muda sekarang, kalau tak pintar jaga diri hilanglah keperawanan kita...sudah banyak yang terjadi seperti itu, untuk mengirit biaya sewa rumah ataupun kost – kost’an mereka rela untuk tinggal bersama walaupun mereka belum ada ikatan pernikahan, belum muhrim dan inilah hal yang tidak pantas dicontoh bagi teman – teman kita yang lainnya...Jika dalam satu rumah sudah bergabung antar laki – laki dan perempuan, maka apa coba yang akan terjadi??? Terjadilah mesum, itulah gaya anak pacaran jaman sekarang. Maraknya rumah kontrakan yang bebas, rumah kost – kost’an yang bebas tanpa adanya siempunya rumah memungkinkan semua orang yang masuk kedalam rumah kontrakan bebas tanpa adanya rasa takut..dari sinilah mereka mulai berani sampai sampai mereka menginap sehari, dua hari bahkan mereka harus satu atap sampai mereka mau...Naudzubillah...Kebanyakan hal seperti ini dialami oleh anak anak rantau yang sedang kuliah maupun bekerja...anak anak labil dan lain lain... Ada beberapa temanku yang mengalami hal seperti itu juga anak anak kost yang lain dan mereka sangatlah menyesal dengan apa yang mereka lakukan selama pacaran itu...Inilah sebabnya kita harus lebih hati – hati dalam menjaga suatu hubungan termasuk pacaran. Harga diri manusia itu penting, itu sebabnya kamu sendiri yang bisa mengatur harga dirimu rendah, murahan atau terhormat bagi orang lain yang kenal denganmu...Berhati – Hatilah dalam menyikapi hal ini.
Asiknya menjadi seorang jombloers sejati, sebagai seorang petualang sejati aku termasuk orang yang gemar sekali dengan perjalanan, kemanapun itu tetap akan pergi, yaaa...aku tergila – gila akan indahnya Indonesia, sebagai seorang yang suka bepergian, aku akan mengatur agenda cuti , libur panjang bahkan libur weekend, selalu dan jarang ada dirumah dikala libur kecuali hari biasa yang mengharuskan kita bekerja..Sebagai seorang Jomblo, waktu kita akan terisi dengan hal – hal yang positif, bebas mau kemana aja, bebas ngobrol sama siapa saja, bebas mau ngelakuin apa saja. Nah itulah asiknya sebagai seorang jomblo..bebas bukan berarti yang negatif..bebas berarti tidak terikat dengan larangan – larangan dari pacar. Jomblo itu tidak hanya positif tapi menjauhkan kita dari hal – hal haramnya pacaran, Dalam agama islam Pacaran itu tidak dan sangat tidak dianjurkan, untuk lebih mengela pasangan kita bisa ta’aruf, dengan saling menukar identitas lewat surat maupun E-mail (Elektronic Mail) , memberikan penjelasan tentang diri masing – masing, perkenalan keluarga dan saling bertukar informasi tentang diri kita sendiri, dan itu melalui media bukan langsung bertatap wajah, ngobrol atau apapun yang biasanya orang pacaran lakukan. Pacaran setelah nikah itu bagus loh, mencintai dan berbunga – bunga setiap hari karena telah mendapatkan anugrah yang terindah dari Allah SWT. Banyak yang cerita bahwa pacaran setelah menikah itu akan awet sampai tua. Dan itulah yang memang kebanyakan aku lihat. Coba deh lihat pacaran yang suka dua – duan, suka gelap – gelapan dan akhirnya berbuat mesum sampai akhirnya si wanita hamil, mungkin masa pernikahannya hanya beberapa waktu sampai akhirnya mereka pisah, kebanyakan hal seperti itu muncul di lingkungan – lingkungan masyarakat, tiakpun berpisah tapi kehidupan rumah tangga pun tidak harmonis, ya ini...inilah sebabnya jika kita melakukan dosa sebelum halal...ehhehee bagi teman – teman jangan mau seperti itu ya, jaga harga diri. Walaupun orang – orang bilang rupa kita jelek, dimata Allah semoga kita yang paling cantik dan paling mulia. Kita adalah mahkluk ciptaan Allah, jadi apapun ciptaan Allah itu sangatlah indah, sangatlah elok dan tidak ada manusia jelek didunia ini, hanya manusia yang berahklak jelek yang ada..hehehe
Jomblo itu unik, jomblo itu bersifat sementara sambil menunggu jodoh yang akan datang. Tapi seringkali orang – orang berkata “kalau jodohnya gak dicari, gimana mau menikah?” hemmm.... Allah itu Maha Tahu, Allah sudah mengatur segalanya, so kita hanya bisa bersabar, beriktiar sampai jodoh kita menghampiri, tidak harus pacaran, tidak harus mencari lawan jenis untuk menjadikan suami..semuanya serahkan kepada Allah SWT yang segalanya mengatur kehidupan kita, kita hanya bisa pasrah dan berdoa agar kelak diberikan jodoh yang baik, soleh maupun soleha. Cinta Allah dan cinta keluarga.
So, bagi para jombloers sejati, jangan takut untuk jomblo ya, tapi takutlah jika kita tidak diCintai oleh Allah SWT lagi karena ulah kita yang kurang bagus..hehehe..
Jomblo itu bisa berteman sama siapa aja tanpa dicemburui pacar, jomblo itu bebas mau kemana aja tanpa adanya larangan dari sang pacar, jomblo itu bisa berbicara sama orang lain tanpa dicemburui pacar..hehehe dulu aku punya pacar, untuk berbicara dengan laki laki lain yang tak lain adalah sahabatku sendiri aja dia marah, apa enaknya pacaran kalau begitu..ya gak? Apa spesialnya sang pacar jika sama sahabat aja kita tidak bisa lagi berteman? Dulu sewaktu pacaran, setiap hari harus kasih kabar sama si pacar kemanapun langkah kaki ini pergi, sama siapa langkah kaki ini berjalan, kemana tujuan langkah kaki ini, harus sedetail mungkin...apakah ini yang dinamakan pacaran..??? pacaran seakan – akan dikekang dan tidak merasa bebas dan selalu terawasi dari jauh..hahhaa nah apakah ini yang namanya pacaran..? pernah suatu kali aku bertanya, “kenapa harus seperti itu?? Apakah setiap aku kemana – mana harus lapor dulu, dan setiap hari harus kasih kabar? Dan setiap hari meladeni sms sms yang kurang penting itu??” dengan jawaban yang sangat santai dan singkat dia menjawab, “yah, karena aku sayang kamu”. Jawaban yang sangat konyol menurutku..rasa sayang seperti apa itu yang tidak memperbolehkan pacarnya kemana – mana, yang tidak memperbolehkan pacarnya bercerita dengan sahabatnya, dan apakah itu rasa sayangmu?? Apakah kamu tak mengerti apa arti yang sebenarnya dari rasa sayang itu” sejenak dia berdiam diri dan akhirnya memutuskan untuk tidak berpacaran lagi. Akhir sebuah kisah. Dan pada saat itu sangat dan sangat bersyukur kepada Allah karena telah menunjukkan seseorang yang tidak bagus kepadaku, dan ternyata dia memang memiliki perangai yang kurang baik dan sampai sekarang seperti itu sampai pada akhirnya dia memutuskan untuk menikah dengan pacar barunya.
Pacaran tidak harus memaksakan keinginan diri sendiri terhadap pasangan, pacaran harus bisa saling bertukar pikiran yang positif dan seharusnya pacaran membuat kita lebih semangat untuk membenahi diri menjadi lebih baik, bukan malah membatasi semuanya. Pacaran lah yang positif, membangun kepercayaan diri, menjadi penyemangat hidup, dan jadilah sahabat yang terbaik buat pacar anda sendiri, bukan merusak dan menjadikan hal hal yang mesum seperti pemuda – pemudi yang saat ini kebanyakan lakukan. Dan seindah indahnya pacaran, Jomblo lebih nikmat dan pacaran setelah menikah itu akan melipatgandakan rasa percaya dan rasa cinta kita terhadap pasangan, coba aja guys...!!! hehehe thank you guys, inilah cerita tentang “Hidup Bahagia Menjadi Jomblo”, semoga kalian senang dengan artikelnya ya.  salam. Horas.

"TIMO ANAK YANG BAIK"

"TIMO ANAK YANG BAIK"
kali ini aku akan bercerita sebuah kisah nyata dari seorang pemuda dari tanah batak. sebut saja namanya Timotius, sering dipanggil 'Timo'. ia adalah anak bungsu dari 9 bersaudara. anak yang sangat baik dan aktif dalam pelayanan di Gereja. dia bergabung dengan kumpulan muda-mudi di Gereja nya yang disebut "N-HKBP (Naposo HKBP)".
Timo hanya tinggal berdua dengan ibunya yang seorang petani, karena saudara2nya yang lain sudah pergi merantau dan ada yang sudah berkeluarga. di usia 17 tahun Timo lulus SMA dengan mendapat nilai2 yang sangat bagus, bahkan dia menjadi lulusan terbaik di sekolahnya. namun, mengingat situasi ibunya yang hanya seorang petani dan kakak2nya sudah pada berkeluarga niat ingin melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi diurungkannya. kakaknya yang nomor 3 sudah mengatakan akan membantu sebisa mungkin, hanya saja Timo tidak ingin membuat kakaknya itu terbebani. Timo berbohong pada kakaknya dengan mengatakan belum siap meninggalkan Mama sendiri di kampung jika ia kuliah di Universitas Negeri. mamanya bahkan mendukung Timo untuk kuliah dan selalu mengatakan "Pos rohani damang, pasti iurupi Tuhan do omak pasikkolahon ho".
Timo hanya tertunduk mendengar itu, dan sesekali pergi sembunyi kekamarnya untuk menangis. sesungguhnya ia sangat ingin kuliah, dan mengambil jurusan Kedokteran yang menjadi cita2nya.
namun, mendengar perkataan orang bahwa kuliah Kedokteran itu membutuhkan biaya yang sangat mahal, Timo memastikan dirinya tidak akan kuliah dulu.