Mural : Karya Seni Jalanan Yang Menghiasi Titik – Titik Kota Medan

Mural : Karya Seni Jalanan Yang Menghiasi Titik – Titik Kota Medan
Mural si Nenek karya Gabriel Pitcher

Kamis yang Indah untuk sebuah mimpi yang Indah…Bangun Pagi pagi mata masih berasa ngantuk efek libur bawannya malas bangun pagi…Yang lain pada sibuk dengan aktivitas yang padat merayap, Nah aku dan kak Diah masih monggok dalam rumah kontrakan yang tidak begitu besar. Pagi itu aku pun hanya pengen menikmati segelas Energen yang selalu aku sediakan didalam daftar makanan Urgent-ku. Sebab aku yang kerap jarang makan dirumah kadang kadang bingung mau makan apa dikala libur. Segelas Energen pun tersedia dan Perut pun mulai keroncongan ketika sarapan pagi tak tersentuh. Masak Indomie menjadi salah satu alternative untuk mengganjal perut anak Kost yang malas masak :D. Perutpun kenyang dan Ahaaa…..mikir mikir ketempat mana yang akan didatangi secara hari ini adalah hari Libur…Saatnyaaa keliling Kota Medan :D

Siang pun menjelang dan kamipun memulai dengan mengunungi ATM di UNIMED sekalian menikmati rindangnya pepohonan yang disana. Jujur baru kali itu aku masuk kedalam kampus UNIMED ini bayangin aja bertahun tahun tinggal dikota Medan baru kali ini punya kesempatan masuk itupun karnakebetulan kak Diah ada urusana disana. Hahahahhaa :D





Langitpun seakan tak mengijinkan kami untuk pergi keluar kawasan Kota Medan, masih mikirmikir kearah mana tuuan City Tour kami ini. beberapa minggu lalu T-Garden yang berada dekat dengan Kebun Binatang Kota Medan sempat menjadi incaranku untuklangsung mengunjungi tempat itu. tapi kok yahhh rada rada malas dan gak semangat jadilah kami pergi melihat lihat "Mural" yang kononpada bulan februari yang lalu sempat hits di Kota Medan. Ajakan Kak Diah untukmelihat Mural ini pun kuturuti.



Pencarian kamipun dimulai dengan mengunjungi Mural. Mural ini dikenal dengan Seni Jalanan atau melukis diatas media dinding yang luas dan permanen. Mural yang pertama kali kami kunjungi adalah lukisan seorang nenek tua yang benama Siti Nurbaya yang memang tinggal dikawasan itu. Terletak di Jalan Multatuli kalau kalian lewat Lampu merah Multatuli yang dulunya ada Pizza Hut kalian lurus aja sampai melewati perumahan ruko Multatuli, disebelah kanan ada Masjid besar dari depan masjid ada gang kecil kalian bisa melewati gang itu, ikuti alurnya sampai ketemu lapangan kecil, belakang rumah orang lah...Langsung nampak foto lukisan si nenek Nah kalau kalian beruntung kalian akan ketemu sama si Fahmi seorang anak SMP yang gemar Gravitti juga. Dan dialah yang menjadi pemegang amanat sang pelukis pelukis handal seperti Gabriel Pitcher , Axel Void , Ernest Zacharevic dan Tanchorwhye. dan kalian bisa langsung follow IG mereka kalau kalian memang pengen ngelihat hasil hasil kreativitas mereka yang mendunia.

Cerita tentang Fahmi si Bocah yang hobby Gravitti mengungkapkan keseriusannya dalam bidang seni ini. Dan dia ingin sekali bisa sukses mengikuti jejak jejak sang pelukis handal yang juga menjadi teman baiknya saat ini. Fahmi pun menjadi Guide sang pelukis Mural ini selama di Medan. Pada pembuatan Mural ini gak selalu hal hal positif ikut nimbrung kadang hal negatif yang didapatkan mereka mereka ini pun kerap sekali datang. Ketika sang PS ( Pemuda Setempat.Red) mem-palak sang pelukis ini membuat hati seorang bocah seperti Fahmi pun mendidih. Dannnn dialah menjadi pengawal juga pengawas selama pelukis mural ini sedang mengerjakan karya seninya. Fahmi menyebut bahwa lokasi tempat dia tinggal akan dijadikan lokasi seni medan. Wahhhhh kayaknya keren nih tempatnya nantinya :D tapiiii uppppssss warganya di edukasi dulu lah yah supaya bisa cinta seni juga..kalau misalnya tempat ini dijadikan kampung seni aku yakin pasti banyak income income yang tak terduga yang bakalan diterima warga setempat...Apalagi kalau banyak kreativitas kreativitas mereka setiap tamu berkunjung...wah wahh wahhh aku kok jadi semangat kali gini yah ngayalnya... :D Secara aku memang suka sama penampilan penampilan seni dimanapun tempat yang aku kunjungin. Mudah mudahan lah yah bisa segera diwujudkan menjadi "kampung Seni Kota Medan". Amiiinnnn

Cukup miris sih ketika tempat yang ingin diperindah ternyata tak membuat para pemuda setempat ikut berpartisipasi malah meminta yang bukan menjadi haknya. Hahahaha Entahlah.!

Ernest Zacharevic ini dikenal dengan karya karyanya yang ada di Penang Street Art kini karyanya pun muncul di Kota medan. Ahhhhhh bangga dong yah secara Seniman ini tak digaji dan tak mengharapkan balasan dari kita Warga Kota Medan.

Ketika ketemu Fahmi kamipun diberitahunya bahwa masih banyak tempat tempat Mural lainnya yang berada di Kota Medan ini. Di Kawasan Multatuli ada sekitar 4 Mural yaitu Gambar si Nenek  gambar anak anak didalam hutan, gambar seorang anak yang sedang memegang obor api dan gambar segerombolan anak anak. Untuk menuju tempat kedua kalian harus menelusuri belakang rumah warga atau kalian bisa minta tolong kepada warga setempat untuk dikasih tahu tempatnya.
Baru 3 Minggu dibuat.
Mural ketiga yang berada dilokasi Multatuli ini yaitu gambar segerombolan anak anak. Tapi sayangnya lukisan cantik ini dirusak oleh tangan tangan yang tak bertanggungjawab. Ahhhhh sungguh geramnya hati ini melihat lukisan yang indah dicorat coret jelek seperti itu..!
Jelek dan tak terawat
Mural Keempat yang berada di lokasi Multatuli ini adalah seorang anak yang sedang membawa obor ini mengingatkanku akan kegelapan Kota medan yang sekarang ini pun kerap sering terjadi. Yahhhhhh mati Lampu...!!!! Menyebalkan ketikapagi pagi kita harus berhenti mengerjakan pekerjaan kita yang menumpuk karna mati lampu...Hujatan Hujatan pun tak berhenti dari oaran orang medan kepada sang PLN.. hahahhaha ini kok lari dari alur yah ceritanya.

Mural ini terletak dipinggiran Pasar besar Multatuli sekitar 15 meter dari gang yang pertama kita masukin. Dari luar juga sudah kelihatan. Mural ini sedikit tergores dan menghilang karna pembuatannya yang diatas keramik tembok yang tak terpakai. Sayang yah... Tapi kalau mau foto masih cantikkk kok :D

anak yang sedang membawa obor api
 Setelah puas berfoto foto ria kamipun pamit dengan Adek Fahmi juga warga yang sedang bersantai menikmati kartu "Joker"nya. Senyum adalah Jurus ampuh agarkamu tak dinilai mencurigakan sebagai orang luar.. Heheee.... Ramah jugalah yah...karna kalau kamu gak ramah dan tak menyapa mereka warga kampung yang kamu kunjungi jangan harap mereka kasih informasi lebih tentang apa yang sedang kamu cari.

Kamipun memulai pencarian Mural yang kelima menurut informasi yang kami dapatkan dari adek fahmi Mural ini sangat besar dan kerenn...Desain Gajah dari lipatan lipatan kertas uang baru Indonesia. Banyak hal hal yang menarik melihat gambar ini sesuai dengan orang orang yang mengartikannya yah...
Lokasi Mural yang Kelima berada di Jalan Sisingamangaraja Medan bertepatan di depan Hotel Antares, lewat Yuki Simpang Raya lurus terus Pas di Depan Hotel Antares ada tukang Tempel Ban ada bangunan kosong degan Dinding yang bertingkat. nah disitu kalian bisa melihat Mural dengan Lukisan Gajah dari Lipatan Kertas Uang Seratus Ribuan Juga seorang Anak kecil Diatasnya.
Mural terbesar di Medan
Mural KeEnam pun Kami cari kembali... Mural ke Enam ini berada di Kawasan Polonia Medan Pas Disamping Bangi Kopi  yang belum tau tempatnya bisa Searching yah Fren..
Di Persimpangan Bangi Kopi itu ada bangunan bangunan yang sengaja di Robohkan mungkin dulunya sang pemilik mau membangun kembali Rumah ataupun Toko atau bisa jadi Restaurant di tempat itu namu sampai sekarang bangunan itu hanya dibiarkan seperti itu, Kami berhenti di Trotoar jalan, Mematikan mesin Sepeda Motor dan langsung menuju tempat Mural ini. Mural yang kami temui saat ini merupakan Mural yang seperti bener bener nyata adanya, dengan adanya pepohonan pepohonan dan akan akan pohon yang menjalar membuat lukisan ini seperti hidup dan nyata. Mural ini bertemakan kebakaran Hutan seperti yang sedang terjadi di Sumatra Utara saat ini. Dengan seekor Orang Utan yang sedang menyelamatkan diri dari Kobaran Api Tangan tangan Jahil Penebang Hutan yang tak bertanggungJawab. Aku bingung bagaimana Expresi yang bisa aku jadikan untuk bisa berfoto di Lukisan ini...Beberapa kali mikir untuk Expresi yang cocok muncullah ide yang tak terduga..Hahahaha Ini gaya Foto terbaruku kayaknya :D Ohhhhhhooooo...kalau temanku bilang "carla Style". Carla itu sebutan nama potongan dari facebookku yaitu Adinda Carla Farelitha...hehehehe kepo dikitlah yah :D
Please jaga Hutan Kita Bersama
Disini lain Tembok kami menemukan kreasi Gravitti Serigala Karya Anak Anak medan yang keren..

Mural ke TuJuh
Selanjutnya kami pun mengunjungi Mural Yang ke Delapan - Mural paling terakhir yang ada di Kota Medan. menurut adek fahmi masih ada di daerah Tembung tapi karna waktu pun sudah hampir sore kamipun harus buru buru ketempat tujuan terakhir kami agar gak kesorean dan kemalaman karna kalau sudah malam gak bisa nampak lagi fotonya kann....

Mural yang terakhir ini berada di Jalan perdana Simpang Pasar Hindu. Seringkali lewat jalan ini tapi tak kelihatan Mural keren ini...Ahhhhhh
Sesampainya di tempat ini kamipun berfoto foto ria menikmati banyaknya kendaraan yang berseliweran.... Dan Kamipun Tak menghiraukan mereka, hanya mengambil foto foto yang menurut kami keren lah ...walau hanya bisa diambil dari samping :D

Mural yang paling hits di Medan
Mural ini menjadi Hits ketika foto fotonya berseliweran di Instagram...Mural ini bertemakan becak Medan. Yahhhh Salah satu Angkutan Moda di Kota Medan...

Setiap Mural Mural Yang bertampang di Kota Medan ini menunjukkan Aktivitas atau hal nyata yang ada di Kota tersebut..banyak Arti dan banyak pula gambaran gambaran nilai tersendirinya.















Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

3 komentar

Write komentar
12 May 2017 at 23:07 delete

O mak jalan ngga ngajak2 yaa

Reply
avatar
13 May 2017 at 10:17 delete

hihihiiii payah kalau ngajakin beuty blogger ini takutnya gak tahan panas :D

Reply
avatar
31 July 2017 at 19:29 delete This comment has been removed by a blog administrator.
avatar

Terimakasih Atas Komentar Anda....!!! :) EmoticonEmoticon